Hmm.. pertama-tama saya ucapkan dulu salam dari saya. Salam perkenalan, salam sejahtera bagi pembaca yang berhati nyaman, karena gak da pembaca yang berhati "kasak-kusuk".
Assalamualaikum wr.wb,,
Secara sengaja maupun gak sengaja, saya melihat ada brosur di meja satpam. Terus, saya baca ada tulisan "LOMBA ARTIKEL BLOG MAHASISWA UII 2011".Tersentak benakku untuk mengikuti lomba ini.
"To do point ja", saya merupakan bagian dari keluraga uii, yaitu mahasiswa teknik elektro '09. Saya gak memiliki pengetahuan yang lengkap tentang tulis-menulis, berbahasa yang baku atau berbahasa yang sopan sekalipun di atas kertas ataupun di layar kaca elektronik. Yang penting saya bisa meluapkan isi hati saya. Kalau zaman dahulu namanya "DIARY", sekarang terserah mau dimana aja.
Sudah dua tahun lebih saya mengikuti perkuliahan di UII. Saya rasa rata-rata mahasiswa zaman sekarang dibiayai oleh orangtuanya. Jarang yang dibiayai oleh diri sendiri. Oleh karena itu dia di beri pesan terus orangtuanya. Yaitu," nak, kuliah bagus-bagus yah, jangan malas-malasan supaya cepat kelar kuliahnya". Nah, coba kita ulas kata "jangan malas-malasan supaya cepat kelar kuliahnya". Dari sini merupakan amanat yang harus diemban oleh sang anak dalam menjalani kuliah, karena merupakan timbal balik dari anak kepada orangtuanya. Bagaimana kalau si anak gak memperdulikan pesan orangtuanya, wah mungkin si anak gak jauh beda dengan "malinkundang" yang dikutuk oleh ibunya menjadi batu karena durhaka kepada ibunya. Apalagi biaya kuliah jaman sekarang muahalnya minta ampun, gak tahan melihat angkanya. Orangtuanya nun jauh disana berjuang mencari uang. namun anaknya bersantai-santai menjalani kuliahnya. Lebih kejam dari si "malinkundang" menurut saya.
Nah, apa hubungannnya dengan "Mahasiswa berwirausaha: menjadi tujuan atau sekedar sambilan?" Menurut saya pribadi, mahasiswa berwirausaha BUKAN menjadi tujuan ataupun sekedar sambilan. Kampus tujuan utama adalah wadah/tempat untuk menuntut ilmu pengetahuan, sesuai dengan perkembangan zaman ini tuntutan semakin meningkat baik dalam hal teknologi maupun hal sosialis. Nah, apalagi peraturan-peraturan yang dibuat oleh pihak perkampusan dalam masing-masing disiplin ilmu sangat ketat. Contoh saja: maximal masa kuliah di jurusan saya adalah tujuh tahun, lebih dari itu maka dinonaktifkan status mahasiswanya. Belum lagi tugas-tugas mata kuliahan, tugas laporan, ataupun kemahasiswaan (kalau yang ikutan). Nah dari situ saya merasa kapan lagi saya sempat untuk berwirausaha atau sekedar sambilan saja. Lebih baik fokus untuk kuliah demi masa depan anda.
Kebetulan saya banyak memiliki hubungan dengan mahasiswa-mahasiswa yang berwirausaha. Dari sekian banyak mereka yang bekerja/ usaha, rata-rata kuliahnya gak berjalan dengan lancar bahkan tergolong BERANTAKAN. Salah satu kakak senior jurusan m*sin sudah sembilan tahun lebih tidak selesai kuliahnya. Jadi, kesimpulan adalah gunakan waktu/masa anda sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Kalau mau berwirausaha untuk mengambil modal kuliah maka usaha saja dulu baru kuliah, ataupun sebaliknya. Karena sebenarnya waktu yang tepat penempatannya itu lebih baik daripada segalanya termasuk uang. Kalau gak percaya silahkan coba sendiri.
Kalau ada orang kuliah sambil berwirausaha mungkin bisa jadi dia orabg yang hebat, kuat, tangguh dll. Kenapa saya katakan seperti itu, karena dia dapat menempatkan waktu dengan baik. Tingkat kesibukannya yang sangat tinggi sekalipun dapat dia hadapi, termasuk rela kehilangan masa ketenangannya untuk belajar, masa untuk istirahatnya (kesehatan), dan boleh dia dikategorikan sebagai "MANUSIA ROBOT". Tapi ada gak yah manusia robot di dunia ini ??? cari sendiri jawabannya.
Demikianlah isi Artikel saya, yang diatas bukan arahan ataupun ceramah singkat. lebih dan kurangnya saya mohon maaf.
saya akhiri dengan Assalamualaikum wr.wb